20 Oct 2014

Ceritaku - Hari yang Indah

Selamat malam temanku semuanya, bagaimana kabar kalian hari ini?,,,, semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja. Amiin :-D
Malam ini saya ingin berbagi cerita kepada kalian semua, cerita ini saya beri judul "Hari yang Indah". :-) 

Kisahku ini terjadi pada hari Senin Tanggal 20 Oktober 2014, Oh iya sebelum saya mengawali ceritaku ini perkenalkan dulu nama saya imran, saat ini saya bekerja sebagai Pegawai di salah satu lembaga pendidikan islam Madrasah Aliyah Nurul Huda yang menjabat sebagai Staf Tata Usaha. 

Hari itu seperti biasanya saya dan teman-teman lainnya melakukan latihan Marawis, kebetulan saat itu saya bertugas untuk melatih vocal grup marawis MA Nurul Huda yang jumlah nya 4 orang (Aceng, Siti Wildan, Eva, Nurul Khomisah). salah satu dari vocal tersebut adalah orang yang sangat saya sayang, saya biasa memanggilnya dengan panggilan Khomisah atau Misah. :-)

Hari itu sebelum saya dan teman-teman latihan marawis terlebih dahulu saya menyempatkan diri untuk menyapa Orang yang saya sayang karena kebetulan saat itu baru ada Dia yang siap latihan marawisnya, " Misah, mana yang lainnya?... " kata saya. "gak tau, mungkin masih di kelas" jawabnya sambil sedikit tersenyum :-) .... "Oh iya kalau begitu ka' mau kemesjid dulu sebentar, Misah mau langsung ke tempat latihan?".. saya kembali bertanya. "Oh iya ka' saya mau langsung ke tempat latihan saja" jawabnya. 

Singkat cerita setelah saya selesai dari mesjid saya pun langsung menuju tempat latihan yaitu di Aula MA Nurul Huda. Ketika saya memasuki tempat latihan, terlihat baru ada beberapa personil marawis yang sudah siap untuk latihan, dan terlihat disana Khomisah sedang menghadap keluar jendela dan akhirnya saya pun langsung duduk dan memanggilnya agar dia mendekat. "Misah, Kesini .. !!" Kata saya dengan pandangan yang sedikit serius namun sedikit tersenyum. Dia pun datang dengan muka yang kelihatannya tidak begitu ceria, dan itu membuat saya menjadi bingung karena saya takut ada sikap saya yang membuatnya jadi tidak begitu ceria. Namun untungnya ada salah satu personil marawis sebut saja namanya Aris yang menghampirinya dan Dia mengajaknya bercanda dan itu membuat dia sedikit demi sedikit mulai menampakan senyumannya kembali, dan itu membuatku menjadi sedikit lega. :-)

Saya pun langsung menyuruh salah seorang personil marawis (Aris) untuk menyerahkan Mic/Speaker kepada Khomisah agar Khomisah  bisa mulai latihan vocal. Tidak lama setelah Khomisah memegang Mic/Speaker, Teman-teman Vocal Marawis lainnya berdatangan dan itu membuat saya menjadi semakin semangat untuk memulai latihannya :-).

Akhirnya latihan vocal pun dimulai. Lagu pertama yang coba saya tes untuk disesuaikan dengan music yaitu lagu "Sufna Yuna". Namun sebelum mereka mulai mencoba melantunkan lagu tersebut terlebih dahulu saya memberikan arahan mengenai bagian-bagian mana saja mereka harus masuk dan bagian mana saja mereka harus diam/berhenti. Tak terasa disaat kami sedang latihan ternyata Adzan Dzuhur telah berkumandang dan itu membuat kami harus berhenti sejenak untuk melakukan shalat dzuhur terlebih dahulu.
Setelah selesai shalat Dzuhur, saya memutuskan agar mereka (Aceng, Siti Wildan, Eva dan Khomisah) berlatih Vocalnya di teras depan masjid saja. Mengapa demikian? karena tempat yang semula suasananya cukup berisik dan itu membuat saya menjadi cukup kesulitan untuk mengoreksi kekurangan maupun memberikan arahan kepada mereka. Sedikit demi sedikit saya mencoba mengoreksi apa saja kekurangan mereka dan seiring berjalannya waktu akhirnya mereka mulai bisa memperbaiki kekurangan mereka meskipun belum sampai kepada tingkat sempurna, namun meskipun demikian saya cukup senang dengan perubahan yang mereka bisa lakukan. Setelah kurang lebih 1 jam saya dan mereka latihan vocal, sayapun akhirnya sedikit demi sedikit bercanda ria dengan mereka dan itu membuat suasana latihan menjadi sangat menyenangkan, senyum dan tawa pun mengiringi jalannya latihan. Namun meskipun demikian itu semua tidak mengurangi tingkat keseriusan kita dalam latihan.

Setelah saya merasa mereka sudah cukup mengalami perubahan dan memperbaiki kekurangan mereka saya pun langsung mengajak mereka untuk kembali ke tempat latihan semula yaitu di Aula. Setibanya di Aula, saya pun langsung mengarahkan mereka untuk mencoba menggabungkan vocal dengan personil marawis lainnya. Satu jam pun tak terasa telah dilalui dan Adzan Asharpun berkumandang, kemudian saya putuskan untuk mengakhiri latihan di hari itu dan saya pun bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk segera melakukan shalat Ashar. Sebelum saya sampai ke Mesjid, saya segera menghampiri Khomisah, "Misah, Diani (Teman dekatnya) sudah pulang belum?... kata saya. "Belum ka', sepertinya dia belum pulang. Oh iya ka', bisa gak sekarang Downloadin lagu shalawat Nariyah?, he" Kata Khomisah. "Oh iya bisa, sebentar ya Ka' downloadin". jawab saya.  Disaat saya dan dia menunggu proses downloadnya selesai, saya sempat bercanda ria dengannya. Sayab baru kali ini melihatnya seceria ini, dan itu membuat saya menjadi sangat bahagia. :-)
Akhirnya setelah setengah jam kurang lebih saya pun selesai mendownload lagu shalawat yang dia minta,  dan Dia pun memutuskan untuk segara pulang. "Misah, Mau pulang sekarang? Mau shalat dulu disini (Mesjid Nurul Huda) gak?... Tanya saya. "Iya ka', saya mau shalat disini dulu :-)" jawab nya. Saya dan Dia pun segera bergegas menuju mesjid dan mengambil air wudlu. Setelah kami selesai mengabil air wudlu maka saya pun langsung menghampiri Khomisah dan mengajaknya untuk shalat berjama'ah bersama. Itu adalah kalih pertamanya saya bisa shalat berjama'ah bersamanya dan itu membuat saya sangat bahagia. :-)

Hari itu benar-benar menjadi hari yang indah bagi saya dan itu akan menjadi kenangan yang takkan pernah terlupakan.

END**





No comments:

Post a Comment