10 May 2014

Pelanggan Sulit Dapat Token, PLN Dinilai Melanggar UU

JAKARTA (Pos Kota) – Bukan mempermudah, Perusahaan Listrik Negara (PLN) justru menyusahkan  para pelanggan mendapatkan pulsa isi ulang listrik (token). PLN dinilai melanggar Undang-Undang.

pln“PLN bisa dikategorikan melanggar UU Perlindungan Konsumen dan UU Ketenagalistrikan,” kata Pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, Jumat (25/4).
Karena dengan membiarkan outlet tidak melayani penjualan token, kenyamanan dan keamanan pelanggan menjadi terganggu untuk mendapatkan energi listrik.
Apalagi jika besaran kWh pulsa listrik yang diperoleh konsumen tidak sama saat membelinya di outlet berbeda, meski rupiah yang dikeluarkannya sama.
“Itu sama juga melepas harga ke pasar. Harga dilepas ke pasar melanggar Keppres tentang Tarif Tenaga Listrik,” jelasnya.
Sebelumnya poskotanews.com memberitakan, banyak masyarakat kesulitan mendapatkan token listrik di mini market dalam beberapa minggu terakhir.

Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, mengaku PLN memang minta semua bank mitra menggunakan aplikasi standar. “Per 1 April untuk loket-loket mitra bank diwajibkan menggunakan aplikasi standar  yang telah sertifikasi PLN,” katanya ketika dikonfirmasi.
Termasuk juga mini market yang menjadi mitra bank yang menjual pulsa isi ulang listrik. Seperti Alfamart dan Indomaret saat ini sedang dalam tahap roll out aplikasi standar Bank BNI dan BII. Sesuai informasi yang diperoleh, roll out untuk kedua mini market tersebut dilakukan bertahap, terutama diprioritaskan outlet-outlet yang memiliki transaksi terbanyak. (setiawan/yo)

Sumber : http://poskotanews.com/

No comments:

Post a Comment