23 Dec 2011

Islam dan Ilmu Pengetahuan


Allah ‘Azza wa Jalla telah membentangkan ilmu pengetahuan melalui Al-Qur’an yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW dan ayat-ayat yang terlukis dalam alam jagat raya ini. Empat belas abad silam Al-Qur’an telah menceritakan berbagai macam fenomena kehidupan, mulai dari asal mula kehidupan sampai kisah yang menggambarkan akhir kehidupan, bahkan sampai menjelaskan kehidupan abadi akhirat kelak. Al-Qur’an menjadi referensi utama dalam urusan kehidupan pribadi, keluarga, sampai urusan kenegaraan. Al-Qur’an tidak hanya mengatur urusan ‘ubudiyah saja, tetapi semua urusan yang menyangkut persoalan ekonomi, sosial, politik, peradilan, ilmu pengetahuan, kedokteran, waris, etika, makanan dan pakaian, sampai menceritakan kisah-kisah terdahulu yang dapat menjadi pelajaran tanpa batas waktu.

Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, sehingga Islam dan ilmu pengetahuan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan sampai-sampai ilmu pengetahuan menjadi salah satu mukjizat Al-Qur’an. Artinya, menuntut ilmu merupakan salah satu bentuk dzikrullah untuk semakin mengagungkan kebesaran penciptaan-Nya. Memperdalam ilmu pengetahuan menjadi sarana untuk semakin memikirkan tentang apa saja yang ada di langit dan bumi, tanpa batas ruang dan waktu.

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali-Imraan, 3:191)
Mengingat Allah dan memikirkan segala penciptaan-Nya tentu saja akan semakin meningkatkan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Kecerdasan akal kita akan semakin cemerlang. Kepekaan hati kita akan semakin tajam dan yang pasti keimanan kita akan semakin tak tergoyahkan. Segala bentuk penciptaan Allah tidak pernah luput dari ilmu dan rahasia hikmah dibalik penciptaan. Semua itu, telah diabadikan dalam Al-Qur’an.

1.      Ilmu janin menurut Al Quran
Asal mula kejadian manusia tidak hanya dikisahkan dari penciptaan Adam sebagai khalifah fil ardh, sampai-sampai dengan kemuliaannya malaikat, jin dan syaithan harus bersujud padanya. Penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam sebagai pendamping hidupnya di syurga. Akhirnya Allah menurunkan Adam dan Hawa di bumi dan mulaikah kisah kehidupan nyata dalam sejarah peradaban manusia. Semua terkisah dalam Al-Qur’an.
Al-Qur’an mampu menjelaskan setiap permulaan penciptaan manusia mulai dari pembentukan janin sampai lahir bahkan sampai diwafatkan.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (QS An-Nahl : 4)
Tahapan pertumbuhan janin dalam rahim ibunya, pertumbuhan panca indera, jenis kelamin sampai pemeliharaan janin di dalam rahim banyak diungkap dalam al-qur’an. Sungguh, suatu misteri yang ketika kita manusia mau mengungkap rahasia di balik kehidupan dalam rahim dapat mendalami ilmu kedokteran, tetapi dengan kita membuka al-qur’an kita sudah dapat menemukan jawabannya. Inisiasi menyusui dini, penyapihan sampai bagaimana mengatur jarak kelahiran pun juga ada.

2.      Ilmu tumbuh-tumbuhan (botani) dalam Al Quran
Beranekaragam jenis tanaman dengan segala keindahan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh manusia, ternyata manusia kadang tidak menyadari bahwa apa yang telah diciptakan Allah telah tertulis secara detail dalam al-qur’an. Jenis tanaman yang ada di bumi ini telah tertulis di dalamnya.
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta.” Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (QS : Al-Baqarah : 61)
Bahkan proses metabolisme dalam tanaman, bagaimana sebuah tanaman itu melakukan proses fotosintesis dengan mengambil air dari akar dan pori-pori tanaman, fungsi klorofil dalam tanaman, manfaat akar dalam tanaman, bagaimana proses penyerbukan tanaman bisa terjadi, bagaimana tanaman melakukan perkembangbiakan sampai diajarkan tata cara menyimpan biji-bijian. Subhanallah.

3.      Ilmu hewan (Zoologi ) dalam Al Quran
Berbagai jenis dan spesies binatang telah disebutkan dalam al-qur’an. Islam mengajak kita untuk mengambil pelajaran dari perilaku binatang sampai bahasa binatang.
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Al-An’am : 38)
Teori burung dalam Al Quran pun tergambar didalamnya.
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (Al-Mulk : 19)
Kehidupan hewan melata dan binatang air, juga ada di dalamnya.
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(An-Nuur : 107)
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan (Al-Maidah : 96)
Berbagai jenis serangga diceritakan kehidupannya, seperti laba-laba, lebah, semut, lalat, nyamuk, belalang, sampai kutu sekalipun.

No comments:

Post a Comment