Informasi seputar Internet, Sosial, Study dan informasi terkini

jaringan kolenkim

| 29 Nov 2011
A.Jaringan Tumbuhan
Gabus yang menyusun kulit kayu dan akar tumbuh-tumbuhan yang banyak batang dan kayunya adalah sebuah jaringan. Ia melindungi jlapisan dalam terhadap cedera dan ia menghalangi penguapan yang berlebiihan.
Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi 2, yaitu jaringan meristem, dan jaringan permanen.
1. Jaringan Meristem
Padatumbuhan terdapat jaringan yang selalu membelah yaitu jaringan meristem. Berdasarkan cara terbentuknya,jaringan meristem di bedakan menjadi 3, yaitu:
  • Promeristem, sudah ada waktu tumbhan pada masaembrional.
  • Meristem primer, masih bersifat membelah diri, terdapat padatumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar, ijung kuncup.
  • Meristem sekunder, berasl dari meristemprimer.
Menurut letaknya meristem dibedakan menjadi:
  • Meristem apical.
  • Meristem lateral, yaitu cambium vaskuler dan felogen.
  • Meristem interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil.
2. Jaringan Permanen
Sel-sel meristem , baik permann maupun sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanent. Jarngan permanent tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.
Menurut fungsinya jaringan pemanen dibedakan menjadi:
a. Jaringan epidermis ( jaringan pelindung )



Jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan biji dinamakan jaringhan epidermis.
Ciri-ciri jaringan epidermis:
Bentuk sel seperti balok , biasaniya terdiri dari satu lapisan terletak pada lapisan yang paling luar, tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga ( guard sell ) stomata.
Fungsi epidermis yaitu untuk melindungi jaringan yang lainnya.

b. Jaringan parenkim ( jaringan dasar )




Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dsar.
Ciri-ciri parenkim:
Susunan sel tidak rapat, tidak selalu berkloroflas, trdiri dri sel-sel hidup, banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak rongga-rongga antar sel.
Menurut fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
  1. Parenkim fotositesis,yaitu
  2. Parenkim palisade ( jaringan tiang ) dan parenkim bunga karang ) jaringan spons .
  3. Parenkim penyimpan bahan makanan.
  4. Parenkim penyimpan air
  5. Parenki penyimpan udara.
  6. Parenkin transportasi.
Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
  1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak.
  2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang.
  3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan.
  4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
  5. Jaringan penyokong ( jarinan penunjang )
  6. Untuk penunjang tanaman agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut jaringan penyokong.

Jaringan penyokong terdiri dari:

1). Jaringan kolenkim



Merupakan jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pectin trutama dibagian sudut-sudutnya. Ini banyak trdapat pada tumbuhan yang masih muda, yang belum berkayu, merupakan sel hidup.

2) Jaringan skerenkim



Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan dari lignin ( zat kayu ), sel-selnya sudah mati. Menurut bentuknnnnnya, skerenkimdibedakan menjadi 2 macam yaitu:
• Skelereid (sel batu) yaitu selnya mati,bentuknya bulat, dan bedinding keras sehingga tahan tekanan. Contoh sel-sel tempurung kenari dan tempurung kelapa.
• Seabut-serabut skerenkim (serat) yaitu selnya dengan bentuk panjang, umumnya trdapat pada permukaan batang.
• Jaringan pengangkut

Untuk mengangkut hasil fotosinesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam-garam mineral dai akarke daun, tumbuhan menggunakn jaringan pengangkut. Jaringan ikn terdiri dari:
 Xilem (pembuluh kayu)
Xilem disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xylem (pembuluh kayu), parenkim kayu, dan skerenkim kayu,. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral daridalam tanah menuju daun.

 Floem (pembuluh tapis)
Floem disusun oleh ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel pengiring,selparenkim,kulit kaya,dan serabut kulit kayu (sel skerenkim). Floem berfungsiuntuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh. Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut..
1. Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersbelahan didalam suatu jari-jari ( xylem dik dlam dan floem di luar).
  • Kolateraltrbuka, antara xylem dan floem terdapat cambium, misal: pada batang tumbuhan dikotil.
  • Kolatral tertutup, antara xylem dan floem tidak terdapat cambium. Misalnya pada tumbuhan monokotil.

2. Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem terletak paa radius yang sama.
3. Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada pada jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
4. Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem berbentuk cincin silindris.
  • Amfikribal, letak xylem di tengah dan dikelilingi oleh floem.
  • Amfipasal, letak flem di tengah dan dikelilingi oleh xylem.

B. Organ Tumbuhan
Organ pada tumbuhan terdi dari, akar, batang, daun, bunga dan buah termasuk biji.
1. Akar
a. Fungsi Akar
 Menyerap air dan har atanah.
 Memperkukuh berdirinya batang.
 Menyimpan cadang makanan.
 Alat perkembang biakan vegetatif.
 Tempat melekatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau subtract tempatnya.

b. Sistem Perakaran
 Sistem perakaran tunggang, terdiri atas sebuah akar, besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
 Sistem perakaran serabut, terdiri dari sejumlah akat kecil, ramping yang kesemuaannya memiliki ukuran yang sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer, membentuk cabang sebanyak-banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer mengecil,tipe perakaran terdapat pada tanaman monokotil.
 Sisitem perakaran adfentif, merupakan akar yang tumbuh disetiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Contoh akar yang keluar dari akar umbi batang, akar yang keluar dai batang (cangkokan).


C. Struktur Akar
Struktur dari luar ke dalam:
  1. Epidermis, Terdiri dari selapis sel dan tersusun rapat tanpa rongga antar sel. Sel ini berdinding tipis. Sel- sel epidermis yang sdekat ujung akarmempunyai beberapa bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan. Epidermis berfungsi untuk pelindung dan penerus air kebagian dalam akar.
  2. KorteksTerdiri atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan tidak banyak ruangantarsel yang berguna untuk pertukaran zat, juga sebagaitempat cadang makana.
  3. Endodermis, yaitu terdiri atas selapis sel, kebanyakan sel-sel ini berdinding tebaldengan berlapiskan zat gabus. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan ked an dari akar.
  4. Stele (silinder pusat), yaitu terdiri dari perisikel, xylem, floem. Stele terletak di sebelah dalam endodermis. Pada akar monokotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, pada akar dikotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, dan letaknya berselang-seling menurut arah jari-jari. Lapisan paling tepi dari silinder paling pusat disebut perisikel atau perikambium.
Golongan tumbuhan Ciri khas
 Bryophyta (lumut)
 Pterhydaphyta (paku)
 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (berbiji tertutup)
  • Monokotill (berkeping satu)
  • Dikotil (berkeping dua) 
 Akar berupa rizoid
 Akarnya serabut, xylem dan floem bertipe konsertris (xylem berada di tengah dikelilingi oleh floem)
 Akarnya tunnggang
  • Akarnya serabut,
  • mempunyai perisikel dan endodermis, tapi tidak
  • berkambium
  • Akarnya tunggang
  • Mempunyai endodermis,
  • perisikel, dan cambium.

D. Batang
1. Fungsi Batang
  • Alat transportasi zat makana dariakar ke daun, dan hasil asimilasi dsri daun keseluruh bagian tubuh.
  • Alat perkembang biakan vegetatif.
  • Menyimpan cadangan makanan.
  • Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
2. Struktur Batang
1. Epidermis
Terdiri atas slapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Yang bagian luar dilapisi kutikula. Pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lpisan gabusyang sering pecah pula membentuk lentise.

2. Korteks
Sel-selnya tidak tersusun rapat, banyak ruang antar sel yang penting untuk pertukaran gas.

3. Endodermis
Tersusun atas selapis sel mempunyai bentuk khasdan angiuspermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang disebut saring tepung.

4. Stele (selinder pusat)
Di dalam stele terdapatjaringan partikel empelur, dan pembuluh angkut.ssss
Ciri khas akar pada berbagai golongan tumbuhan
Golongan tumbuhan Ciri khas
 Bryophyta (lumut)
 Pterydophyta (paku)
 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (berbiji tertutup)
  • Monokotil (berkeping satu)
  • Dikotil (berkeping dua) 
 Tidak memiliki xylem dan floem
 Umumnya tidak mempunyai endodermis
 Berkambiu dan dan tidak mempunyai endodermis
  • Tidak bekambium mempunyai endodermis dan perisikel
  • Berkambium dan mempunyai endodermis perikel

B. Daun
3. Fungsi Daun
1. Tempat berlangsungnya fotosintesis.
2. Tempat menyimpan bahan makana.
3. Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegeatif.
4. Alat evaporasi (penguapan).
5. Respirasi melalui (stomata).
6. Menyerap energi matahari.
4. Struktur Daun
Struktur anatomi daun adalah sebagai berikut:
1. Epidermis dau tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi ntuk mencegah terjadinya penguaan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata berfungsi untuk pertukaran gas.
2. Msofel terdiri dari jaringan palisade yang mempuyai banyak kloroflas dan jaringan bunga karang
3. Ikatan pembuluh daun membentuk tulang daun, yang terdiri atas xylem dan floem. Ikatan pembuluh akan berakhir di ujung daun berupa celah kecil yang disebut hidatoda.
Golongan tumbuhan Ciri khusus
 Brophyta (lumut)
 Pterydophyta (paku




 Gimnospermae (berbiji terbuka)
 Angiospermae (Berbiji tertutup)
a. Monokotil (berkeping satu)
b. Dikotil (berkeping satu)  Berkloroflas
 Ada 4 jenis daun, yaitu:
1. Mikrofil= baun berukuran kecil
2. Makrofil= daun berukuran besar
3. Tropofil= daun untuk fotosintsis
4. Sporofil= daun penghasil spora
 Daun lancip seperti jarum dan berukuran kecil-kecil
a. Berbentuk vita, dengan susunan tulang-tulang daun sejajar.
b. Susunan tulang-tulang daun menyirip atau menjari
Ciri khas daun pada berbagai golongan tumbuhan

4. Bunga
a. Fungsi Bunga
Yaitu sebagai alat pembetuk sel kelamin dan hisan.
b. Pembagian bunga
1. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki perhiasan bunga dan alat pembiak.
a. Perhiasan bunga terdiri dari: Periantum yang terdiri dari : calyx (kelopak bunga), corolla (mahkota bunga). Perigonium yaitu bunga yang memiliki calyx dan corolladengan warna yang sama.
b. Alat pembiakan , terdiri dari:
 Pistilim (putik) alat pembiak betina, kaena membentuk ovum.
 Stamen (benang sari) alat pembiak jantan, karena menghasilkan sperma.
2. Bunga tidak lenkap adalah bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga atau pembiakan, dibedakan menjdi:
a. Bunga telanjang yaitu bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga.
b. Bunga mandul yaitu bunga yang tidak memiliki alat pembiakan.
Berdasarka kelengkapan alat pembiakan, bunga dibagi menjadi:
1. Bunga biseksua: bunga hermafrodit/bunga sempurna:bunga yang memiliki benang sari dan putik.
2. Bunga unuseksual: bunga yang mempunyai benang sari saja atau mempunyai putik saja.
Dibagi menjadi:
a. Brumah satu (monoesius) bunga jantan dan bunga betinatrdapat pada satu tumbuhan.
b. Berumah dua (dioesius) bunga jantan dan bunga betina tidak terdapat dalam satu tumbuhan.
3. Bunga jantan: bunga yang hanya mempunyai benang sari saja.
4. Bunga betina:bunga yang hanya mempunyai putik saja.

5. Buah
Melekatnya serbuk sari dari atas kepala putik, penyerbukan Pembuhan, bakal buah dan biji berkembang menjadi buah. Biji yang mengandung embrio/ lembaga berfungsi sebagai alatperkembangbiakan bagi tumbuhan.
Macam-macam buah adalah:
a. Buah tunggal:buah yang hanya dibentuk hanya satu bakal buah, contoh buah mangga dan papaya.
b. Buah agregat: bah yang dibentuk oleh banyak bakal buahdari satu bunga, contoh:buah murbai.Buah majmuk (buah brganda): buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah oleh banyak bunga, contoh:buah nanas, nangka dan keluih.
C. Teknlologi Kultur Jaringan
1. Sifat Totipotensi pada Tumbuhan
Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan pada lingkungan yang sesuai. Kemampuann semacam itu dinamakan totipotensi. Dengan ini dikembangkan sebagai dasar dalam pengembangan tumbuhan secara invitro atau kultur jaringan.
Menurut Suryowinoto (1991) kultur berarti budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama karma itu kultur jaringan berartimembudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat yang sama seperti induknya.Sedangkan budidaya tanaman yang diletakkan dalam suatu wadah (container) atau botol-botol dengan media khusus dan alat-alat serba steri dinamakan invitro. Tanaman rekayasa reproduksi melalui kultur jaringan umumnyatanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti anggerek, karet, cooklat, dan kopi.

2. Beberapa Teknik Kultur Jaringan
a. Meristem cultur, bidi daya dengan jaringan menggunakan eksperiman dari jaringan muda atau meristem.
b. Pollen culturelanther culture,menggunaikan eksplan dari pollen atau benang sari.
c. Protoplas culture, menggunkan eksplan dari protoplasma.
d. Cloroplascultur, menggunakan kloroplas untuk keperluan diiusprotolas.
e. Somatic cross, bilangan protoplas/fusi protoplas), menyilangkan dua macam protoplas, kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman kecil mempunyai sifat baru.
3. Manfaaat teknik Kultur Jaringan
a. Untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan kualitas sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari virus dan penyakit.
c. Menciptakan varietas baru, yaitu dengan cara menggabungkan plasma dari sel-sel yang berbeda dalam satu species lalu menumbuhkannya melalui kultur jaringan.
d. Melestarikan tanaman yang hamper punah.
e. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.

0 comments:

Poskan Komentar