7 Nov 2011

HASIL PENEMUAN ISAAC NEWTON


HASIL PENEMUAN ISAAC NEWTON

Ø  Newton juga menemukan teori tentang cahaya dan warna – terlebih dahulu diawali oleh penemuan mikroskop pada tahun 1678 oleh Antony Van Leewenhoek (1632 – 1723) yang berkewarganegaan Belanda
Pembahasan mengenai keberadaan warna secara ilmiah baru dimulai dari hasil temuan Isaac Newton yang dimuat dalam bukunya “Optics” (1704). Ia menyatakan warna ada dalam cahaya. Hanya cahaya satu-satunya sumber warna bagi setiap benda.
Pendapat yang dinyatakan Newton didasarkan pada penemuannya dalam sebuah eksperimen sederhana (1966). Dari pencobaannya, Newton menyimpulkan bahwa apabila dilakukan pemecahan warna spektrum dari sinar matahari, akan ditemukan warna-warna yang beraneka ragam meliputi merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu warna-warna ini sering disebut dengan mejikuhibiniu. Warna-warna tersebut bisa kita lihat ketika muncul pelangi setelah hujan reda
Yang kemudian dikenal sebagai susunan spektrum dalam cahaya. Jika spektrum cahaya tersebut dikumpulkan dan diloloskan kembali melalui sebuah prisma, cahaya tersebut kembali menjadi cahaya putih. Jadi, cahaya putih (seperti cahaya matahari) sesungguhnya merupakan gabungan cahaya berwarna dalam spektrum.
Newton menyimpulkan benda-benda sama sekali tidak berwarna tanpa ada cahaya yang menyentuhnya. Mata manusia memiliki berbagai penangkap/penerima cahaya (fotoreseptor) untuk menangkap berbagai jenis warna cahaya yang memantul dari sebuah benda. Misalnya sebuah benda tampak kuning karena fotoreseptor pada mata manusia menangkap cahaya kuning yang dipantulkan oleh benda tersebut, dsb.
Pernyataan Newton menimbulkan kontroversi dengan pendapat yang selama itu dikenal dan diketahui oleh banyak orang. Pernyataannya sulit diterima, karena warna kelihatannya merupakan bagian yang memang tidak terpisahkan dari segala sesuatu yang dilihat manusia. Orang lebih mengenal suatu benda berwarna hijau karena memang benda tersebut memiliki warna hijau, atau misalnya karena diwarnai cat hijau.

Ø  Persembahan terbesarnya di bidang matematika adalah penemuannya tentang “kalkulus integral” yang mungkin dipecahkannya tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun
Ø  Newton umumnya diakui sebagai penemu teorema binomial umum yang berlaku untuk semua eksponen. Ia juga menemukan identitas Newton, metode Newton, mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada teori beda hingga, dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat berpecahan serta menerapkan geometri koordinat untuk menurunkan penyelesaian persamaan Diophantus.

Ø  Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang “cahaya putih” sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini dia –pada tahun 1668– merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur 29 thn.

No comments:

Post a Comment