1 Oct 2011

Belajar Dari Orang Hebat Di Sekitar Kita

Belajar Dari Orang Hebat Di Sekitar KitaMaka mulailah suami istri ini mendirikan pendidikan luar sekolah untuk anak-anak tersebut yang sepenuhnya GRATIS, termasuk seragam dan makan siangnya. Juga mulai menyantuni satu demi satu para manula yang terlantar di sekitarnya.
Sering kita mendengar ceramah dari ustadz-ustadz kondang di televisi, tetapi tidak menggerakkan kita untuk beramal. Demikian pula banyak pejabat tinggi negeri ini, para politikus, pimpinan-pimpinan daerah berorasi berapi-api (terutama saat kampanye!) tetapi lagi-lagi tidak menggerakkan amal perbuatan yang berarti. Mengapa demikian? Bisa jadi karena apa yang mereka sampaikan tidak keluar dari hati, atau tidak berdasarkan amal nyata yang mereka contohkan.
Sebaliknya ada orang-orang tertentu, mereka bukan ustadz dan bukan pula pejabat. Mereka tidak pula pernah menyuruh kita berbuat ini itu ? tetapi justru dari  apa yang mereka perbuat ? kita tergerak untuk beramal shalih mengikuti jejaknya. Bagi saya inilah orang-orang hebat itu, dengan izin Allah mampu menggerakkan orang lain untuk berbuat sesuatu yang positif secara maksimal. Mereka inilah guru-guru dari kategori orang-orang hebat yang digerakkan Allah langsung untuk mengajari kita beramal.
Alhamdulillah saya ketemu orang-orang seperti ini dengan profile yang di luar bayangan kebanyakan orang. Ada suami istri di bilangan Jakarta Timur yang menurut saya luar biasa. Sang suami mantan pilot berusia di atas 70 tahunan; sang istri nampak jauh lebih muda meskipun usianya juga sudah 60-an. Yang membuat mereka luar biasa adalah apa yang mereka lakukan.
Sekitar 20 tahun lalu, mereka mulai menangis tergerak hatinya melihat kemiskinan yang ada di sekitarnya. Melihat anak-anak usia sekolah yang orang tuanya tidak mampu membayar iurannya sehingga tidak bisa sekolah. Melihat orang-orang tua renta ? miskin di sekitarnya yang tidak ada yang mengurus.
Kini 20 tahun kemudian, ada sekitar 500-an orang setingkat SMP dan SMA yang sekolah GRATIS di tempat ini lengkap dengan segala sesuatu yang dibutuhkan para siswa seperti  buku-buku, seragam dan makan siangnya setiap hari sekolah!
Untuk orang lanjut usia yang kini dalam daftar santunan suami istri hebat ini telah mencapai 100 orang. Setiap ketemu ibu ini, saya sering sekali melihat dia menangis ? bukan menangisi dirinya sendiri dan bukan pula oleh beban berat yang ditanggungnya ? tetapi menangisi penderitaan orang-orang yang disantuni ini.
Setiap kali beliau memandikan jenazah orang-orang yang disantuni ini ? (karena yang disantuni adalah lanjut usia, berhentinya santunan ya ketika mereka satu per satu meninggal dunia), datang pula sekian banyak manula lain yang mendaftar untuk disantuni.
Lantas dari mana sumber dana suami istri ini untuk membiayai seluruh pendidikan 500-an siswa siswi dan 100-an manula ini? Sedangkan keduanya tidak bekerja lagi dalam arti mencari nafkah kayak kita-kita? Jawaban yang mereka selalu sampaikan bila ada yang menanyakan hal ini adalah semata dari Allah. Mereka tidak pernah minta sumbangan kemanapun, tetapi Allah-lah yang menggerakkan orang-orang lain untuk datang dan menyumbang biaya pendidikan anak-anak tidak mampu tersebut dan santunan para manula.
Bahkan untuk tulisan inipun saya tidak sebutkan nama yayasan dan lokasi tepatnya agar tidak mengurangi keikhlasan suami istri tersebut, namun bila diantara Anda pembaca ada yang tergerak untuk membantu perjuangan suami istri hebat ini ? silahkan hubungi kami, nanti akan diberikan alamat jelas dan nama yayasannya untuk Anda sampaikan langsung kepada mereka.
Lantas pelajaran apa yang bisa kita ambil dari perjuangan suami istri ini?
1) Kita bisa mengikuti jejak beliau-beliau ini dengan mendukung langsung apa yang mereka lakukan. Dukungan ini yang paling bermanfaat adalah berupa dana karena akan selalu dibutuhkan; tetapi terkadang juga tenagaPagi ini ketika saya bertemu lagi keluarga ini, mereka lagi  sangat membutuhkan ahli bordir yang mau menyumbangkan ilmunya untuk melatih para siswa siswi yang dibina suami istri ini untuk bisa mandiri. Pasalnya ada yang menyumbang sejumlah mesin bordir yang sangat bermanfaat, namun belum diperoleh siapa yang mengajari penggunaannya.
2) Bagaimana kita bisa rame-rame copy-paste apa-apa yang dilakukan suami istri ini, bukan hanya untuk Jakarta Timur tetapi juga untuk berbagai daerah lain. Anak-anak miskin yang tidak bisa sekolah dan orang-orang usia lanjut yang tidak ada yang urus bukan hanya monopoli Jakarta Timur, problem sejenis merata ke hampir seluruh nusantara.
Suami istri ini dengan senang hati, bila diantara kita ada yang mau magang ? belajar langsung dari mereka ini bagaimana mengelola ?project amal? semacam ini. Nampaknya memang tidak mudah, tetapi beliau-beliau ini sudah membuktikan bahwa ini bisa dilakukan. Bahkan menurut beliau, kita-kita harus bisa melakukannya dengan lebih baik karena kita lebih muda, menguasai teknologi, memiliki jaringan dan lain sebagainya yang mereka tidak memiliki-nya ketika 20 tahun lalu memulai.
Terkadang  belajar yang baik tidak harus duduk di kelas dan membaca buku, mengaji yang baik tidak harus duduk di majelis dan mendengarkan ceramah ? terkadang kita bisa belajar lebih efektif dengan mengikuti apa-apa yang dilakukan oleh para pelaku langsung seperti pasangan suami istri di atas.
Semoga Allah memudahkan kita semua pada Amal Shalih yang diridloi-Nya. Amin.

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment