2 Apr 2011

Mengenal Allah Meliputi Segala Sesuatu

Category:   Other

Ingredients:
Menurut hasil kutipan kami mengenai penafsiran Bapak Yusdeka tentang Ayat berikut:

"Dia Maha MELIPUTI segala sesuatu" (Al Fushilat 54, An Nissa 126).
Ya, Dia Maha Meliputi segala sesuatu, Dzat-Nya Maha Meliputi segala sesuatu, Wujud-Nya Maha Meliputi segala sesuatu. Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

Pertanyaan dari kami, apakah yang dimaksudkan oleh Bapak Yusdeka seperti yang tertulis dalam terjemahan QS An-Nisa 4:126 dan QS Al Fushshilat 41:54 "Allah yang meliputi segala sesuatu" itu bermakna semua materi-materi sampai partikel terkecil mahluk yang ada di alam semesta ini menyelusuf/terselusuf diantara zat-zat Allah? Seperti diri kita para manusia, semua najis-najis dan sampah-sampah, bau-bauan tidak sedap, jin, syaitan, malaikat-malaikat, surga dan neraka, bahkan arsy itu sendiri???

Karena pendapat Bapak Yusdeka bertentangan dengan pendapat yang dikemukan oleh Shiekh Mohammed Bin Saleh Al-Uthaimin pengarang buku Aqidah Ahlis Sunnah Wal Jama'ah yang dicetak dan diterbitkan oleh Kementrian Urusan Ke-Islaman, Wakaf, Da'wah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia, yang telah diterjemahkan dlm bahasa Indonesia oleh Moeslim Aboud Ma'ani. Cetakan 1419 H.

"Kita (ahlus sunnah wal jama'ah) tidak sependapat dengan kaum Al Jahmiyah yang mengatakan bahwa Allah itu zat Nya ada di bumi bersama mahluk. Dan malah sebaliknya kita berpendapat bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu ada zat Nya di bumi bersama mahluk Nya adalah sesat dan kufur. Karena mereka telah memberikan sifat yang tidak layak bagi kebesaran Allah SWT."

Dan menurut Tafsir Jalalain (Jalaludin As Suyuthi dan Jalaludin Muhammad)

(Quran Surat An-Nisa 4: 126)
Dan milik Allahlah apa yang terdapat di langit dan apa yang terdapat di bumi (baik sebagai kepunyaan, maupun sebagai makhluk dan sebagai hamba). Dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu (maksudnya ilmu dan kekuasaan-Nya yang melekat dan tidak terpisah-pisah daripada-Nya).

(QS Al-Fushshilat, 41: 54)
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan (yakni keragu-raguan) tentang pertemuan dengan Rabb mereka (karena mereka ingkar kepada adanya hari berbangkit). Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia (yakni Allah swt) Maha Meliputi segala sesuatu (yaitu ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu, maka dari itu Dia akan membalas mereka disebabkan kekafiran mereka).

Ini perlu kami sampaikan dan utarakan karena perbedaan pendapat ini juga perlu dikuatkan kebenarannya dengan dalil-dalil yang tepat karena ini berkaitan dengan Aqidah. Menurut kami juga perlu untuk dijawab.

.......

Demikian yang saya harapkan jawaban dari Bapak.
Mail ini juga saya harap tidak dimuat di milist.
Semoga ini dapat membuat saya lebih mengerti.


Wassalamu'alaikum.


________________________________________________________________

yusdeka putra wrote:

Ass ww.

Bapak Abror Idris yth, insya Allah artikel "Bisakah Kita Berbicara dengan Allah" sedang saya persiapkan bagaian terakhirnya, minggu-minggu kemarin saya cukup sibuk dengan pekerjaan saya di kantor, ditambah lagi dengan urusan kian kemari untuk mencari universitas dan mengantar anak saya untuk ujian masuk perguruan tinggi.

Sedangkan pertanyaan-pertanyaan dari bapak Darwin Akasa merupakan sebuah pertanyaan klasik yang sudah berumur sangat lama. Dulu dizaman Rasulullah boleh dikatakan tidak ada perdebatan tentang hal-hal tersebut. Karena semua membacanya dengan pengertian, dengan pemahaman, bukan menurut kata orang kata orang.

Misalnya makna Dia Maha Meliputi Segala Sesuatu, ya semua sudah paham saja bahwa memang Dia yang meliputi segala sesuatu. Tidak usah diterjemakhan lagi bahwa yang meliputi itu adalah ilmu dan kekuasaan-Nya. Pembatasan bahwa yang meliputi segala sesuatau itu hanyalah Ilmu dan Kekuasaan-Nya muncul setelah adanya kasus Al Halaj mencuat kepermukaan.

Padahal kalau kita bisa memahaminya dengan kesadaran penuh tentang Kemahameliputi Allah terhadap segala sesuatu, maka kita akan bisa "merasakan" juga bahwa Hidup-Nya juga meliputi kita, Melihat-Nya juga meliputi kita, Mendengar-Nya juga meliputi kita, tuntunan-Nya (isti'anah) juga meliputi kita, Gerak-Nya dan Daya-Nya juga meliputi kita. Sebutlah semua atribut Tuhan, maka semua atribut itu meliputi segala sesuatu. Atribut itu berada TEPAT BERADA pada WUJUD-NYA yang meliputi segala sesuatu.

Jadi pertanyaan Bapak Darwin Akasa tentang apakah: " bermakna semua materi-materi sampai partikel terkecil mahluk yang ada di alam semesta ini menyelusuf/terselusuf di antara zat-zat Allah? Seperti diri kita para manusia, semua najis-najis dan sampah-sampah, bau-bauan tidak sedap, jin, syaitan, malaikat, tumbuhan, bumi, bintang-bintang malaikat-malaikat, surga dan neraka bahkan, arsy itu sendiri ???". Maka jawaban saya hanyalah ayat Al qur'an saja : "Innahu bikullisyain muhith..., sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu (jangan ditambah-tambah)", dan saya bersaksi bahwa memang Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

Lalu kalau kesaksian dan pemahaman seperti diatas bertentangan atau tidak sejalan dengan pendapat Shiekh Mohammed Bin Saleh Al-Uthaimin, semoga rahmat Alah selalu dilimpahkan buat Beliau, bahkan Beliau menyesatkan dan mengkufurkan pemahaman seperti diatas, ya "wallahua'lam" saja.

Saya tidak akan membantah apa-apa atau membela apa-apa, saya hanya menyarankan saja bahwa bacalah Al qur'an, kembalilah ke Al Qur'an, jangan kepada pendapat-pendapat orang, dan pahamilah dengan hati dan kesadaran kita, mintalah tuntunan Tuhan agar kita dipahamkan-Nya, insya Alah kita akan mendapatkan kepahaman itu. Karena yang paling tahu Al Qur'an adalah Allah sendiri...

Demikian Pak Abror dan Pak Darwin, ambillah yang tidak-ragu-ragu, dan tinggalkan yang ragu-ragu.

Tidak ragu itulah yang namanya IMAN, PERCAYA, YAKIN.... Iman kok masih ragu...?.

Directions:
Wass
Deka

No comments:

Post a Comment