2 Apr 2011

Halaqah dan Tradisi Pembacaan Dzikir

Category:   Other

Ingredients:
Konsep ajaran maqamat dan ahwal mendapat sambutan dari simpatisan sufi. Perlahan-lahan terbentuklah suatu kelompok atau organisasi. Kelompok tersebut sebagai media pertemuan dalam rangka majelis ilmu. Didalamnya terdapat diskusi-diskusi yang membicarakan tentang bentuk-bentuk ibadat, bentuk latihan spiritual yang disebut halaqah. Kemudian berkembang lagi dengan adanya acara tradisi pembacaan dzikir. Ketika itu pembacaan dzikir dilakukan dimana saja, termasuk di mushala atau di masjid.

Tradisi pembacaan dzikir dan halaqah kemudian menjadi terorganisir. Lalu muncullah bentuk tariqah (jalan spiritual sufi). Semakin lama kelompok ini semakin sempurna sehingga ulama sufi yang dijadikan sebagai guru dinobatkan menjadi pemimpin. Kelompok mereka pun diberi nama. Anggota-anggotanya dibai`at. Bahkan merumuskan dzikir dan silsilah yang diyakini sampai kepada sahabat Nabi saw. Sufi yang semula hanya sebagai amalan orang per orang (individual) kini berkembang menjadi sebuah organisasi. Pergerakan sufi yang sangat pesat, sehingga menurut tarikh, sejak abad 12 masehi, islam didominasi oleh tarikat, yang sangat berperan dalam kehidupan sosial dan politik.

Kemudian muncullah ulama besar yang bernama Abu Hamid Al Ghazali yang sangat dikenal dengan sebutan Imam Ghazali. Dimana, Imam Ghazali menyusun kitab tasawuf yang sangat terkenal yaitu Ihya Ulumudin. Imam Ghazali sangat besar sumbangsihnya terhadap perkembangan sufi di dunia.

Sepeninggal Imam Ghazali, lalu tampil seorang ulama besar bernama Abdul Qadir Al Jailani. Ia dikenal sebagai pendiri tarikat Qadariah dan mulai menyiarkan ajarannya di wilayah Baghdad. Disusul Tarikat Maulawiyah yang dipimpin oleh Jalal al-Din al-Rumi. Sementara Syekh Bahaudin Naqsabandy mendirikan tarikat Naqsabandiyah.

Demikianlah sekilas sejarah perkembangan gerakan sufi. Hal ini perlu diketahui bagi orang yang hendak menempuh jalan sufi. Sebab sangat berbahaya jika seseorang memiliki pengetahuan yang dangkal tentang tasawuf atau tentang ilmu syariat, tetapi tiba-tiba taklik dan ikut melakukan riyadah tarikat. Dikhawatirkan ia tidak pernah tahu, apakah tarikat itu menyimpang (penuh dengan bid`ah) atau benar-benar berjalan di atas Al Qur`an dan As Sunnah.

Tamat.


Directions:
Irdy

No comments:

Post a Comment