3 Apr 2011

Golongan-golongan yang tertipu (bagian 3)

1. Golongan Ulama.
c. Mereka mengetahui akhlaq bathin, mengetahui bahwa ujub adalah tercela menurut syara`. Mereka menduga bahwa mereka akan lepas darinya dan tidak akan ditimpa hal semacam itu, sebab sifat itu termasuk hal-hal yang menimpa orang-orang kebanyakan, bukan kalangan ulama, sehingga bayangan-bayangan kesombongan, ambisi dan hormat tampak pada dirinya.
Ketertipuan mereka berawal dari anggapan baginya kemulian agama dengan pakaian yang tinggi dan menduga bahwa ia mencari kemulian ilmu dan kehormatan agama, sementara lisan mereka tetap melepaskan hasutan terhadap orang lain atau orang yang membantah ucapannya. Mereka tidak sadar bahwa  hal itu adalah hasutan, bahkan berkata bahwa kemarahannya, semata-mata karena perkara haq dan dimaksudkan untuk menolak kebatilan dan kedzaliman. Begitulah ketertipuan mereka. Seandainya terdapat seorang dari kalangan ulama yang tidak terlibat sebagaimana amaliah mereka, mungkin mereka tidak akan marah, sebaliknya mereka akan senang. Juga ketika menampakkan kemarahannya dihadapan masyarakat, boleh jadi hatinya menyukainya dengan berkata, "maksudku untuk memberi pengertian kepada umat," padahal hatinya riya`. Karena bila tujuannya untuk memperbaiki makhluk pasti ia akan menyukai bila hal serupa dilakukan oleh orang lain yang setaraf dengannya, diatas atau lebih rendah darinya.
Boleh jadi ia mendekati para penguasa, menyukai mereka dan memujinya. Bila ditanyakan kepadanya, ia berkata, " Tujuanku untuk menolong kamum muslimin dan menghindari bahaya. Ia tertipu, sebab sendainya tujuan tersebut tidak dilakukan orang lain, ia akan senang. Sebaliknya, apabila terdapat orang yang ilmunya sepadan dan membantunya di hadapan penguasa, ia akan marah.
Boleh jadi ia mengambil atau mendapatkan harta dari para penguasa, dan apabila muncul dalam kesadarannya bahwa uang itu haram, setan berbisik kepadanya, "harta itu tiada pemiliknya. Ia untuk kemaslahatan kaum muslimin dan anda adalah pemimpinnya." Pada kasus ini terdapat tiga godaan pada sendi-sendi agama:
  • Harta tanpa pemilik
  • Untuk kemaslahatan kaum muslimin
  • Imam (pemimpin)
Tiada imam kecuali orang yang berpaling dari keduniawian, seperti para nabi, sahabat, dan ulama-ulama yang mulia. Demikian ini seperti yang dikatakan Nabi Isa :
"Orang alim yang jahat laksana batu besar yang jatuh didalam mulut lembah, dia tidak dapat menghisap air, juga tidak dapat membiarkan air terlepas ketanaman."
Banyak sekali tipuan yang terjadi pada golongan ulama, apa yang mereka rusak lebih banyak daripada yang mereka perbaiki.


-----------------------------------------
Sumber : Menuju Labuhan Akhirat - Al Ghazali

No comments:

Post a Comment