3 Apr 2011

Golongan-golongan yang tertipu (bagian 1)

1. Golongan Ulama
a. Ulama yang mendalami ilmu syariah dan logika, lalu sibuk dengannya. Mereka mengira bahwa ilmu tersebut mengoreksi dan menjaga anggota badannya dari maksiat, padahal ia telah menipunya. Mereka menduga bahwa mereka akan mendapatkan tempat disisi Allah dan telah mencapai ilmu yang sebenarnya, Allah tidak akan menyiksanya, bahkan Allah akan menerima syafaatnya pada setiap makhluk. Mereka tertipu, seandainya mereka tahu bahwa ilmu itu ada dua macam :
  • Ilmu mu`amalah yaitu ilmu tentang halal haram sera mengetahui akhlaq hati yang tercela dan terpuji
  • Ilmu mukasyafah yaitu ilmu tentang Allah dan sifat-sifatnya
Perumpamaan mereka adalah seperti dokter yang dapat mengobati orang lain, sementara dirinya sendiri apabila sakit ia tidak dapat mengobati. Apakah obat itu dapat bermanfaat hanya dengan di ungkapkan? Tentu saja tidak bermanfaat kecuali jika diminum setelah melalui tindakan prefentif. Mereka lupa terhadap firman Allah :
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams:9-10).
Allah tidak mengatakan beruntung orang yang menulis dan mengetahui cara penyajian ilmunya serta mengajarkannya pada manusia. Tidaklah mereka tahu sabda Nabi Saw :
"Barangsiapa bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah hidayahnya, maka hal itu hanya akan menambah jauh dari Allah."
Juga sabdanya :
"Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang alim yang ilmunya tidak bermanfaat."
Mereka adalah orang-orang yang tertipu. Mereka dikuasai oleh cinta dunia, cinta diri dan mencari kesenangan sesaat serta mengira bahwa ilmunya dapat menyelamatkannya diakhirat kelak tanpa amal.


-----------------------------------------
Sumber : Menuju Labuhan Akhirat - Al Ghazali

No comments:

Post a Comment